SUASANA
DAN TEMPAT BELAJAR KONDUSIF
Belajar
adalah kegiatan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Tempat dan lingkungan
belajar yang nyaman memudahkan peserta didik untuk berkonsentrasi. Dengan
mempersiapkan lingkungan yang tepat, peserta didik akan mendapatkan hasil yang
lebih baik dan dapat menikmati proses belajar yang peserta didik lakukan. Nasution
(1993), lingkungan belajar yaitu lingkungan alami dan lingkungan sosial.
Lingkungan alami seperti keadaan suhu, kelembaban udara, sedangkan lingkungan
sosial dapat berwujud manusia dan representatifnya maupun berwujud hal-hal
lain. Prestasi belajar itu salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan belajar. Menata
lingkungan belajar pada hakekatnya melakukan pengelolaan lingkungan belajar.
Aktivitas pembelajar dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada
pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu kita perlu
memperhatikan penataan lingkungan belajar agar siswa mendapatkan suasana dan
tempat belajar yang nyaman. Lingkungan belajar tidak hanya ketika siswa berada
di sekolah saja, namun lingkungan dimana siswa bersosialisasi dengan
masyarakat, keluarga juga dapat menjadi lingkungan belajar siswa.
A. Lingkungan Rumah
Lingkungan rumah terutama orang tua, memegang
peranan penting serta menjadi guru bagi anak dalam mengenal dunianya. Orang tua
adalah pengasuh, pendidik dan membantu proses sosialisasi anak. Utami Munandar
(1999) mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, maka
semakin baik prestasi anak. Termasuk juga sejauh mana keluarga mampu
menyediakan fasilitas tertentu untuk anak (televisi, internet, dan buku
bacaan).
Lingkungan belajar di rumah mempunyai pengaruh besar
terhadap kegiatan belajar anak di rumah, yang pada akhirnya mempengaruhi
prestasi belajar anak di sekolah. Lingkungan belajar menurut Pidarta (1995)
adalah benda-benda disekitar tempat belajar itu yang teratur rapi dan sedap
dipandang serta lengkap peralatan belajarnya.
Dengan demikian lingkungan belajar yang perlu
diperhatikan itu adalah ruangan belajar, cahaya penerangan, ventilasi, suhu
udara, perabotan belajar, kebisingan, kursi, meja, perabotan, musik, tanaman,
gambar. Karena lingkungan belajar mempunyai dampak terhadap prestasi belajar,
maka De Porter (2001) menyarankan ciptakan lingkungan belajar yang optimal.
B.
Lingkungan
Sekolah
Dalam proses pembelajaran, pengajar tidak lagi hanya
mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi peserta didik sendiri yang harus membangun
pengetahuannya (knowledge is constructed by human). Pengetahuan bukanlah seperangkat
fakta, konsep atau kaidah yang siap diterima dan diingat oleh peserta didik.
Peserta didik harus mengonstruksi pengetahuannya sendiri dan memberi makna
melalui pengalaman nyata. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memunculkan
ide-ide baru, memecahkan masalah, dan menemukan sesuatu yang berguna bagi
dirinya serta menciptakan dirinya menjadi diri sendiri (learning to be).
Belajar adalah merupakan proses aktif untuk
membangunkan pengetahuan, dalam ide-ide konstruktif, biarkan peserta didik
mengonstruksi sendiri pengetahuannya. Hal ini sejalan dengan esensi
konstruktivisme bahwa peserta didik harus menemukan dan mentransformasikan
suatu informasi kompleks ke situasi lain. Apabila dikehendaki, informasi itu
menjadi milik mereka sendiri. Melihat konsep dasar tersebut, pembelajaran saat
ini setidaknya menggeser paradigma dari pembelajaran yang berdasar kacamata
pengajar menjadi pembelajaran yang berdasarkan kacamata peserta didik.
Pengajaran merupakan suatu proses membangunkan pengetahuan dan mengkomunikasikan
pengetahuan. Artinya, saat ini bukan bagaimana pengajar mengajar, tetapi
bagaimana agar peserta didik dapat belajar. Pengertian belajar, menurut
konstruktivisme, adalah perubahan proses mengonstruksi pengetahuan berdasarkan
pengalaman nyata yang dialami peserta didik sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan sekitarnya. Pengetahuan yang mereka peroleh sebagai hasil
interpretasi pengalaman yang disusun dalam pikirannya. Berpikir reflektif ini
menjadi dasar proses konseptualisasi di dalam memahami dan mengaplikasikan
pengalaman yang didapat pada situasi dan kontek yang lain. Secara psikologis,
tugas dan wewenang pembelajar adalah mengetahui karakteristik peserta didik,
memotivasi belajar, menyajikan bahan ajar, memilih metode belajar, dan mengatur
kelas.
C. Tips Memilih Tempat Belajar Yang
Baik Dan Benar
Sangat
banyak pilihan tempat belajar yang bisa Anda dapatkan di rumah atau di luar
rumah Anda. Nah, bagaimana cara memilih tempat belajar yang baik dan benar?
Langsung saja kita simak yang pertama:
a. Suasana
Apakah Anda suka suasana yang sepi atau
ramai? Ada beberapa orang yang malah suka ramai saat belajar. Alasannya supaya
ada yang mau ‘menemaninya’. Jika Anda ingin tempat yang suasananya sepi supaya
tidak ada yang mengganggu Anda saat belajar, belajarlah di dalam kamar tidur
Anda dan beritahukan kepada keluarga Anda supaya tidak mengganggu Anda selama
Anda belajar. Nah, jika Anda suka suasana yang ramai, datanglah ke perpustakaan
atau ajak teman-teman Anda untuk belajar bersama.
b.
Kenyamanan
Ada orang yang bisa belajar dengan
ditemani bantal guling atau kursi yang nyaman, ada juga yang malah tertidur
bila tempat belajar ‘terlalu nyaman’. Nah, jika Anda adalah tipikal orang yang
mudah tertidur, sebaiknya Anda tidak belajar di atas kursi yang empuk apalagi
di tempat tidur. Belajarlah di lantai dengan posisi badan duduk tegak atau
tengkurap. Sebaliknya jika Anda memang sangat membutuhkan kenyamanan lebih
untuk bisa belajar dengan baik, maka sebaiknya Anda belajar di kursi yang empuk
atau di tempat tidur.
c.
Indoor atau Outdoor
Jika Anda suka belajar dengan suasana
alami, ada angin segar, dan pandangan luas, sebaiknya Anda belajar di luar
ruangan (outdoor). Tetapi jika Anda tidak bisa kena angin, sebaiknya
Anda belajar di dalam ruangan (indoor) sebelum Anda sakit karena
‘keanginan’. Jika Anda ingin belajar di luar tetapi karena cuaca tidak
memungkinkan, belajarlah di dalam dengan ditemani kipas angin.
d.
Panas atau
Dingin
Panas dan dingin mempengaruhi kenyamanan
belajar. Jika suasananya terlalu panas, maka Anda mungkin akan kegerahan. Jika
suasananya terlalu dingin, maka Anda mungkin akan menggigil kedinginan. Jika
Anda ingin belajar dengan suasana yang agak panas, belajarlah di dalam ruangan
dengan mematikan AC atau kipas angin. Tetapi jika Anda ingin belajar dengan suasana
yang sejuk, belajarlah di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan menyalakan
AC atau kipas angin.
e.
Bebaskanlah Diri
Anda
Dalam posisi duduk memang sebaiknya ikuti
aturan duduk. Tetapi jika Anda tidak nyaman dengan posisi itu, langgarlah
aturan duduk tersebut tetapi dengan syarat setelah belajar Anda harus melakukan
peregangan supaya tidak terjadi gangguan pada tulang. Belajar di rumah beda
daripada belajar di sekolah. Di sekolah Anda harus belajar dengan posisi duduk
tegak yang mungkin belum tentu nyaman bagi Anda, sementara di rumah tidak ada
yang mengatur Anda mau bagaimana posisi belajarnya.






0 komentar:
Posting Komentar
silahkan tuliskan pesan anda dengan baik