Kamis, 01 Januari 2015

Dimana tempat belajar terindahmu?

SUASANA DAN TEMPAT BELAJAR KONDUSIF

            Belajar adalah kegiatan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Tempat dan lingkungan belajar yang nyaman memudahkan peserta didik untuk berkonsentrasi. Dengan mempersiapkan lingkungan yang tepat, peserta didik akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan dapat menikmati proses belajar yang peserta didik lakukan. Nasution (1993), lingkungan belajar yaitu lingkungan alami dan lingkungan sosial. Lingkungan alami seperti keadaan suhu, kelembaban udara, sedangkan lingkungan sosial dapat berwujud manusia dan representatifnya maupun berwujud hal-hal lain. Prestasi belajar itu salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan belajar. Menata lingkungan belajar pada hakekatnya melakukan pengelolaan lingkungan belajar. Aktivitas pembelajar dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan penataan lingkungan belajar agar siswa mendapatkan suasana dan tempat belajar yang nyaman. Lingkungan belajar tidak hanya ketika siswa berada di sekolah saja, namun lingkungan dimana siswa bersosialisasi dengan masyarakat, keluarga juga dapat menjadi lingkungan belajar siswa.
A.  Lingkungan Rumah
Lingkungan rumah terutama orang tua, memegang peranan penting serta menjadi guru bagi anak dalam mengenal dunianya. Orang tua adalah pengasuh, pendidik dan membantu proses sosialisasi anak. Utami Munandar (1999) mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, maka semakin baik prestasi anak. Termasuk juga sejauh mana keluarga mampu menyediakan fasilitas tertentu untuk anak (televisi, internet, dan buku bacaan).
Lingkungan belajar di rumah mempunyai pengaruh besar terhadap kegiatan belajar anak di rumah, yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi belajar anak di sekolah. Lingkungan belajar menurut Pidarta (1995) adalah benda-benda disekitar tempat belajar itu yang teratur rapi dan sedap dipandang serta lengkap peralatan belajarnya.
Dengan demikian lingkungan belajar yang perlu diperhatikan itu adalah ruangan belajar, cahaya penerangan, ventilasi, suhu udara, perabotan belajar, kebisingan, kursi, meja, perabotan, musik, tanaman, gambar. Karena lingkungan belajar mempunyai dampak terhadap prestasi belajar, maka De Porter (2001) menyarankan ciptakan lingkungan belajar yang optimal.
B.       Lingkungan Sekolah
Dalam proses pembelajaran, pengajar tidak lagi hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi peserta didik sendiri yang harus membangun pengetahuannya (knowledge is constructed by human). Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap diterima dan diingat oleh peserta didik. Peserta didik harus mengonstruksi pengetahuannya sendiri dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memunculkan ide-ide baru, memecahkan masalah, dan menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya serta menciptakan dirinya menjadi diri sendiri (learning to be).
Belajar adalah merupakan proses aktif untuk membangunkan pengetahuan, dalam ide-ide konstruktif, biarkan peserta didik mengonstruksi sendiri pengetahuannya. Hal ini sejalan dengan esensi konstruktivisme bahwa peserta didik harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Melihat konsep dasar tersebut, pembelajaran saat ini setidaknya menggeser paradigma dari pembelajaran yang berdasar kacamata pengajar menjadi pembelajaran yang berdasarkan kacamata peserta didik. Pengajaran merupakan suatu proses membangunkan pengetahuan dan mengkomunikasikan pengetahuan. Artinya, saat ini bukan bagaimana pengajar mengajar, tetapi bagaimana agar peserta didik dapat belajar. Pengertian belajar, menurut konstruktivisme, adalah perubahan proses mengonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata yang dialami peserta didik sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Pengetahuan yang mereka peroleh sebagai hasil interpretasi pengalaman yang disusun dalam pikirannya. Berpikir reflektif ini menjadi dasar proses konseptualisasi di dalam memahami dan mengaplikasikan pengalaman yang didapat pada situasi dan kontek yang lain. Secara psikologis, tugas dan wewenang pembelajar adalah mengetahui karakteristik peserta didik, memotivasi belajar, menyajikan bahan ajar, memilih metode belajar, dan mengatur kelas.
C.    Tips Memilih Tempat Belajar Yang Baik Dan Benar
            Sangat banyak pilihan tempat belajar yang bisa Anda dapatkan di rumah atau di luar rumah Anda. Nah, bagaimana cara memilih tempat belajar yang baik dan benar? Langsung saja kita simak yang pertama:
a.       Suasana
Apakah Anda suka suasana yang sepi atau ramai? Ada beberapa orang yang malah suka ramai saat belajar. Alasannya supaya ada yang mau ‘menemaninya’. Jika Anda ingin tempat yang suasananya sepi supaya tidak ada yang mengganggu Anda saat belajar, belajarlah di dalam kamar tidur Anda dan beritahukan kepada keluarga Anda supaya tidak mengganggu Anda selama Anda belajar. Nah, jika Anda suka suasana yang ramai, datanglah ke perpustakaan atau ajak teman-teman Anda untuk belajar bersama.
b.         Kenyamanan
Ada orang yang bisa belajar dengan ditemani bantal guling atau kursi yang nyaman, ada juga yang malah tertidur bila tempat belajar ‘terlalu nyaman’. Nah, jika Anda adalah tipikal orang yang mudah tertidur, sebaiknya Anda tidak belajar di atas kursi yang empuk apalagi di tempat tidur. Belajarlah di lantai dengan posisi badan duduk tegak atau tengkurap. Sebaliknya jika Anda memang sangat membutuhkan kenyamanan lebih untuk bisa belajar dengan baik, maka sebaiknya Anda belajar di kursi yang empuk atau di tempat tidur.
c.       Indoor atau Outdoor
Jika Anda suka belajar dengan suasana alami, ada angin segar, dan pandangan luas, sebaiknya Anda belajar di luar ruangan (outdoor). Tetapi jika Anda tidak bisa kena angin, sebaiknya Anda belajar di dalam ruangan (indoor) sebelum Anda sakit karena ‘keanginan’. Jika Anda ingin belajar di luar tetapi karena cuaca tidak memungkinkan, belajarlah di dalam dengan ditemani kipas angin.
d.      Panas atau Dingin
Panas dan dingin mempengaruhi kenyamanan belajar. Jika suasananya terlalu panas, maka Anda mungkin akan kegerahan. Jika suasananya terlalu dingin, maka Anda mungkin akan menggigil kedinginan. Jika Anda ingin belajar dengan suasana yang agak panas, belajarlah di dalam ruangan dengan mematikan AC atau kipas angin. Tetapi jika Anda ingin belajar dengan suasana yang sejuk, belajarlah di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan menyalakan AC atau kipas angin.
e.    Bebaskanlah Diri Anda

Dalam posisi duduk memang sebaiknya ikuti aturan duduk. Tetapi jika Anda tidak nyaman dengan posisi itu, langgarlah aturan duduk tersebut tetapi dengan syarat setelah belajar Anda harus melakukan peregangan supaya tidak terjadi gangguan pada tulang. Belajar di rumah beda daripada belajar di sekolah. Di sekolah Anda harus belajar dengan posisi duduk tegak yang mungkin belum tentu nyaman bagi Anda, sementara di rumah tidak ada yang mengatur Anda mau bagaimana posisi belajarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tuliskan pesan anda dengan baik