Kamis, 01 Januari 2015

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

A.      Pendidikan
1.      Pengertian Pendidikan
·         Pengertian pendidikan (dalam Hasbullah, 2008 : 1) adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai – nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat.
·         Pendidikan menurut Imran Manan (dalam Made Pidarta, 2007 : 169) adalah enkulturasi, yaitu proses memasukkan budaya ke dalam diri individu agar berperilaku sesuai dengan budaya yang ada dalam masyarakat.
·         Pengertian pendidikan (dalam Fuad Ihsan, 2008 : 1) merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi – potensi bawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai – nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadian dan memasukkan budaya ke dalam dirinya sehingga potensi – potensi bawaan baik jasmani maupun rohani dapat ditumbuhkan dan dikembangkan sesuai dengan nilai – nilai yang ada di dalam masyarakat.
2.      Fungsi Pendidikan
Secara umum, berikut akan dipaaparkan mengenai beberapa fungsi dari pendidikan, yaitu sebagai berikut :
a.       Fungsi sosialisasi
Keluarga dan sekolah adalah agen sosialisasi tentang nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakatnya. Terutama untuk sekolah, demi memenuhi fungsi ini, sekolah menetapkan program dan kurikulum pendidikan, beserta metode dan tekniknya secara pedagogis, agar proses transisi nilai-nilai dapat berjalan lancar.
b.      Fungsi kontrol sosial
Sekolah berfungsi untuk mempersatukan nilai-nilai dan pandangan hidup etnik yang beraneka ragam menjadi satu pandangan yang dapat diterima oleh seluruh etnik. Oleh karena itu sekolah berfungsi sebagai pemertsatu sekaligus sebagai aliran dan pandangan hidup yang dianut oleh para siswanya. Dalam hal ini, sekolah menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bagsa bagi anak-anak.
c.       Fungsi pelestarian budaya masyarakat
Dalam hal ini, sekolah memiliki dua fungsi yaitu, pertama sekolah digunakan sebagai salah satu lembaga untuk nilai-nilai budaya tradisional masyarakat dari suatu daerah tertentu. Kedua, sekolah mempunyai fungsi untuk mempertahankan nila-nilai budaya bangsa dengan mempersatukan nilai-nilai yang beragam ini demi kepentiangan nasional.

d.      Fungsi seleksi, latihan, dan pengembangan tenaga kerja
Dalam fungsi ini, sekolah berperan untuk menyiapkan tenaga-tenaga terdidik yang kompeten dalam bidangnya dan memotivasi para pekerja agar memiliki tanggung jawab terhadap karier dan pekerjaannya
e.       Fungsi pendidikan dan perubahan sosial
Pendidikan memiliki fungsi untuk mengadakan perubahan sosial yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
·           Melakukan reproduksi budaya
·           Difusi budaya
·           Mengembangkan analisis peleburan terhadap kelembagaan-kelembagaan tradisional
·           Melakukan perubahan-perubahan atau modifikasi tingkat ekonomi ekonomi sosial tradisional
·           Melakukan perubahan-perubahan yang lebih mendasar terhadap institusi-institusi tradisional yang telah ketinggalan
f.       Fungsi sekolah dalam masyarakat
Pendidikan di sekolah telah disesuaikan dengan kepentingan masyarakat. Sekolah bertugas menyiapkan tenaga-tenaga terlatih yang dibutuhkan dalam masyarakat. Jadi masalah-masalah lingkungan hidup dapat diatasi dengan pendidikan.
Sedangkan menurut Meta Spencer dan Alec Inkeles (1982) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut:
a.       memindahkan nilai-nilai budaya,
b.      nilai-nilai pengajaran,
c.       peningkatan mobilitas sosial,
d.      fungsi stratifikasi,
e.       latihan jabatan,
f.       mengembangkan dan memantapkan hubungan hubungan sosial
g.      membentuk semangat kebangsaan
h.      pengasuh bayi.
Fungsi pendidikan dalam arti mikro (sempit) adalah membantu (secara sadar) perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Sedangkan fungsi pendidikan secara makro (luas) ialah sebagai alat:
a.       Pengembangan pribadi
b.      Pengembangan warga negara
c.       Pengembangan kebudayaan
d.      Pengembangan bangsa

3.      Peran pendidikan
Berikut dipaparkan mengenai peran pendidikan dalam pendidikan nasional.
a.       Mengembangkan teknologi
Hasil pendidikan adalah orang terdidik yang mempunyai kemampuan melaksanakan penilitian dan pengembangan yang dapat menghasilkan teknologi baru.
b.      Menjadi tenaga produktif dalam bidang konstruksi
Orang-orang terdidik hasil pendidikan bisa masuk dan aktif bekerja di bigdang konstruksi bangunan baik pabrik maupun perusahaan. Dimana pebrik dan perusahaan inilah yang akan menghasilkan berbagai kebutuhan hidup.
c.       Menjadi tenaga produktif yang menghasilkan barang dan jasa
Orang-oprang terdidik hasil pendidikan juga memilki keterampilan untuk menghasilkan barang dan jasa. Mereka bisa menjadi karyawan di sebuah pabrik maupun perusahaan dan mengandalkan skill mereka masing-masing.
d.      Pelaku generasi dan pencipta budaya
Orang-orang terdidik hasil pendidikan menjadi pelaku yang memahami betul generasi yang dijalaninya untuk kemudian diperbaiki sesuai perkembangan zaman, dengan tetap mendasarkan pada budaya lama yang dimilikinya.
e.       Konsumen barang dan jasa
Menjadi generasi yang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan dengan jenis keperluan yang bervariasi dan lebih banyak. Mereka lebih kritis dalam menggunakan barang dan jasa apabila dibandingkan dengan orang yang kurang terdidik.


B.     Kebudayaan
1.      Pengertian Kebudayaan
Secara etimologis kebuyaan berasal dari kata cultuur (Bahasa Belanda), culture (Bahas Inggris), berasal dari perkataan Latin colere, yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitet manusia untuk mengubah dan mengolah alam”.
Dilihat dari sudut pandang Bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari Bahasa Sansekerta “buddhaya” yaitu bentuk jamak dari buddih yang berarti budi atau akal. Berikut kebudayaan menurut para ahli :
a.       Menurut Taylor (dalam Made Pidarta, 2007 : 164) kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat dan kemampuan – kemampuan serta kebiasaan – kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat.
b.      Menurut Kneller (dalam Made Pidarta, 2007 : 165) kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota – anggota masyarakat.
c.       Kebudayaan adalah hasil usaha manusia untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya (Abu Ahmadi, 2004 : 58).
Berdasarkan definisi – definisi di atas mengenai kebuyaan dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang dikembangkan oleh anggota masyarakat guna mencukupi kebutuhan hidupnya.
2.      Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan secara umum adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap saat berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.Didalam kebudayaan terdapat pola – pola perilaku yang merupakan cara – cara manusia untuk bertindak sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat, artinya kebudayaan merupakan suatu garis pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan – peraturan mengenai bagaimana masyarakat harus bertindak, bagaimana masyarakat melakukkan hubungan dengan orang lain atau bersosialisasi, apa yang harus dilakukan, apa yang dilarang dan sebagainya.
Hasil karya manusia akan melahirkan suatu kebudayaan atau teknologi yang nantinya akan berguna untuk melindungi ataupun membantu masyarakat untuk mengolah alam yang bisa bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri.
Secara khusus Kebudayaan berfungsi:
1.      Sebagai pedoman dalam berhubungan antar manusia atau kelompok
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3.      Pembimbing kehidupan manusia
4.      Pembeda antar manusia dan binatang
5.      Hidup lebih baik, Lebih manusiawi dan berperikemanusiaan Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
3.      Peran Kebudayaan
1.      Membentuk Kepribadian
Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan sosial. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola piker masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.
2. Membentuk karakter bangsa
Kebudayaan merupakan suatu kebiasaan yang bersifat mengakar dari dalam diri, masyarakat, dan lingkungan sehingga menghasilkan pemikiran yang menuntut seseorang untuk menjaga dan miliknya sendiri. Hal tersebut menentukan ciri khas atau jati diri suatu bangsa. Jika kebudayaan suatu negara mempunyai sifat yang baik, maka secara tidak langsung mencerminkan bangsa tersebut. Banyak budaya yang ada di dunia ini. Salah satu dari budaya tersebut adalah Budaya Tradisional asli Indonesia.
Tanpa adanya kebudayaan , ke depannya seseorang akan merasa bingung dalam berpartisipasi untuk negaranya sendiri. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mengerti dan memahami apa kebudayaan yang mereka miliki. Perlu kita ketahui bahwa negara kita berupa Kesatuan yaitu semua warga harus bersatu padu untuk mencapai tujuan bangsa, walaupun berbeda-beda dari berbagai macam pulau, dan suku, tetapi kita tetap satu jua. Namun bukan dengan pemikian-pemikiran dan pandangan-pandangan saja. Melainkan dengan memberikan suatu bukti yaitu dengan berpatisipasi dalam hal tindakan.
3.  Membentuk Pola pikir manusia
Manusia memiliki cara pandang yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka dapat dari kebudayaan masing-masing, yang dimaksud dengan kebudayaan masing-masing itu berdasarkan asal tempat tinggal mereka, kepercayaan mereka, pandangan politik yang mereka pelajari. Sehingga tidak semua manusia itu sama dari cara berfikir mereka, maka dari itu manusia memiliki tingkah laku yang berbeda dan gaya hidup yang berbeda pula, karena manusia terbagi atas berbagai suku yang tersebar di berbagai belahan dunia dan khususnya di Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kebudayaan.



C.     Hubungan antara Pendidikan dan kebudayaan
1.      Pewarisan kebudayaan dapat dilakukan dengan sarana pendidikan, baik formal, maupun nonformal. Agar tradisi kebudayaan tetap hidup dan berkembang setiap masyarakat dapat mewariskannya kepada generasi yang lebih muda melalui pendidikan.
2.      Darisudutpandangkemasyarakatan, pendidikanmerupakanusahapewarisannilai-nilaibudaya dari generasi tua kepadagenerasimuda, agar nilai-nilaibudayatersebuttetapterpelihara.Makasudahjelasbahwapendidikan dan kebudayaansangat erat sekalihubungan karenakeduanyaberkesinambungan, keduanyasalingmendukungsatusamalainnya.
3.      Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan, pendidikan dan kebudayaan memiliki pengaruh timbal balik
4.      Pendidikan dapat membuat orang berperilaku mengikuti budaya
5.      Pendidikan selalu berubah sesuai perkembangan kebudayaan, karena pendidikan merupakan proses transfer kebudayaan dan sebagai cermin nilai-nilai kebudayaan.

6.      Tujuan pendidikan adalah melestarikan dan selalu meningkatkan kebudayaan itu sendiri, dengan adanya pendidikan, kita bisa mentransfer kebudayaan itu sendiri dari generasi kegenerasi selanjutnya, dan juga kita sebagai masyarakat mencita-citakan terwujudnya masyarakat dan kebudayaan yang lebih baik kedepannya, maka sudah dengan sendirinya pendidikan kitapun harus lebih baik lagi.

1 komentar:

  1. Casino & Gambling - DrMCD
    The 경상북도 출장샵 Borgata Hotel Casino & Spa is a premier entertainment destination 광주광역 출장마사지 located on the Mystic River in Atlantic City, 공주 출장샵 New 대전광역 출장마사지 Jersey. Experience a 구리 출장샵 world-class  Rating: 4.2 · ‎12 votes

    BalasHapus

silahkan tuliskan pesan anda dengan baik