A. Pendidikan
1. Pengertian
Pendidikan
·
Pengertian pendidikan (dalam Hasbullah,
2008 : 1) adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai
– nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat.
·
Pendidikan menurut Imran Manan (dalam
Made Pidarta, 2007 : 169) adalah enkulturasi, yaitu proses memasukkan budaya ke
dalam diri individu agar berperilaku sesuai dengan budaya yang ada dalam
masyarakat.
·
Pengertian pendidikan (dalam Fuad Ihsan,
2008 : 1) merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi –
potensi bawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai – nilai yang ada
di dalam masyarakat dan kebudayaan.
Berdasarkan
definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan adalah usaha
manusia untuk membina kepribadian dan memasukkan budaya ke dalam dirinya
sehingga potensi – potensi bawaan baik jasmani maupun rohani dapat ditumbuhkan dan
dikembangkan sesuai dengan nilai – nilai yang ada di dalam masyarakat.
2. Fungsi
Pendidikan
Secara umum, berikut akan dipaaparkan mengenai
beberapa fungsi dari pendidikan, yaitu sebagai berikut :
a. Fungsi
sosialisasi
Keluarga
dan sekolah adalah agen sosialisasi tentang nilai-nilai yang berlaku dalam
masyarakatnya. Terutama untuk sekolah, demi memenuhi fungsi ini, sekolah
menetapkan program dan kurikulum pendidikan, beserta metode dan tekniknya
secara pedagogis, agar proses transisi nilai-nilai dapat berjalan lancar.
b. Fungsi
kontrol sosial
Sekolah berfungsi untuk mempersatukan
nilai-nilai dan pandangan hidup etnik yang beraneka ragam menjadi satu
pandangan yang dapat diterima oleh seluruh etnik. Oleh karena itu sekolah berfungsi
sebagai pemertsatu sekaligus sebagai aliran dan pandangan hidup yang dianut
oleh para siswanya. Dalam hal ini, sekolah menanamkan nilai-nilai Pancasila
sebagai dasar kehidupan bagsa bagi anak-anak.
c. Fungsi
pelestarian budaya masyarakat
Dalam
hal ini, sekolah memiliki dua fungsi yaitu, pertama sekolah digunakan sebagai
salah satu lembaga untuk nilai-nilai budaya tradisional masyarakat dari suatu
daerah tertentu. Kedua, sekolah mempunyai fungsi untuk mempertahankan
nila-nilai budaya bangsa dengan mempersatukan nilai-nilai yang beragam ini demi
kepentiangan nasional.
d. Fungsi
seleksi, latihan, dan pengembangan tenaga kerja
Dalam
fungsi ini, sekolah berperan untuk menyiapkan tenaga-tenaga terdidik yang
kompeten dalam bidangnya dan memotivasi para pekerja agar memiliki tanggung
jawab terhadap karier dan pekerjaannya
e. Fungsi
pendidikan dan perubahan sosial
Pendidikan memiliki fungsi untuk
mengadakan perubahan sosial yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
·
Melakukan reproduksi budaya
·
Difusi budaya
·
Mengembangkan analisis peleburan
terhadap kelembagaan-kelembagaan tradisional
·
Melakukan perubahan-perubahan atau
modifikasi tingkat ekonomi ekonomi sosial tradisional
·
Melakukan perubahan-perubahan yang lebih
mendasar terhadap institusi-institusi tradisional yang telah ketinggalan
f. Fungsi
sekolah dalam masyarakat
Pendidikan di sekolah telah disesuaikan
dengan kepentingan masyarakat. Sekolah bertugas menyiapkan tenaga-tenaga
terlatih yang dibutuhkan dalam masyarakat. Jadi masalah-masalah lingkungan
hidup dapat diatasi dengan pendidikan.
Sedangkan menurut Meta Spencer dan Alec Inkeles
(1982) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai berikut:
a. memindahkan
nilai-nilai budaya,
b. nilai-nilai
pengajaran,
c. peningkatan
mobilitas sosial,
d. fungsi
stratifikasi,
e. latihan
jabatan,
f. mengembangkan
dan memantapkan hubungan hubungan sosial
g. membentuk
semangat kebangsaan
h. pengasuh
bayi.
Fungsi pendidikan dalam arti mikro
(sempit) adalah membantu (secara sadar) perkembangan jasmani dan rohani peserta
didik. Sedangkan fungsi pendidikan secara makro (luas) ialah sebagai alat:
a. Pengembangan
pribadi
b. Pengembangan
warga negara
c. Pengembangan
kebudayaan
d. Pengembangan
bangsa
3. Peran
pendidikan
Berikut dipaparkan mengenai peran pendidikan dalam
pendidikan nasional.
a. Mengembangkan
teknologi
Hasil pendidikan adalah orang terdidik
yang mempunyai kemampuan melaksanakan penilitian dan pengembangan yang dapat
menghasilkan teknologi baru.
b. Menjadi
tenaga produktif dalam bidang konstruksi
Orang-orang terdidik hasil pendidikan bisa
masuk dan aktif bekerja di bigdang konstruksi bangunan baik pabrik maupun
perusahaan. Dimana pebrik dan perusahaan inilah yang akan menghasilkan berbagai
kebutuhan hidup.
c. Menjadi
tenaga produktif yang menghasilkan barang dan jasa
Orang-oprang
terdidik hasil pendidikan juga memilki keterampilan untuk menghasilkan barang
dan jasa. Mereka bisa menjadi karyawan di sebuah pabrik maupun perusahaan dan
mengandalkan skill mereka masing-masing.
d. Pelaku
generasi dan pencipta budaya
Orang-orang
terdidik hasil pendidikan menjadi pelaku yang memahami betul generasi yang
dijalaninya untuk kemudian diperbaiki sesuai perkembangan zaman, dengan tetap
mendasarkan pada budaya lama yang dimilikinya.
e. Konsumen
barang dan jasa
Menjadi generasi yang mengkonsumsi
barang dan jasa yang dihasilkan dengan jenis keperluan yang bervariasi dan
lebih banyak. Mereka lebih kritis dalam menggunakan barang dan jasa apabila
dibandingkan dengan orang yang kurang terdidik.
B. Kebudayaan
1. Pengertian
Kebudayaan
Secara
etimologis kebuyaan berasal dari kata cultuur
(Bahasa Belanda), culture (Bahas
Inggris), berasal dari perkataan Latin colere,
yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama
mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture
sebagai “segala daya dan aktivitet manusia untuk mengubah dan mengolah alam”.
Dilihat
dari sudut pandang Bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari Bahasa Sansekerta
“buddhaya” yaitu bentuk jamak dari buddih yang berarti budi atau akal. Berikut
kebudayaan menurut para ahli :
a. Menurut
Taylor (dalam Made Pidarta, 2007 : 164) kebudayaan adalah totalitas yang
kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat dan
kemampuan – kemampuan serta kebiasaan – kebiasaan yang diperoleh orang sebagai
anggota masyarakat.
b. Menurut
Kneller (dalam Made Pidarta, 2007 : 165) kebudayaan adalah cara hidup yang
telah dikembangkan oleh anggota – anggota masyarakat.
c. Kebudayaan
adalah hasil usaha manusia untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya (Abu
Ahmadi, 2004 : 58).
Berdasarkan definisi – definisi di atas
mengenai kebuyaan dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah totalitas yang
kompleks yang dikembangkan oleh anggota masyarakat guna mencukupi kebutuhan
hidupnya.
2. Fungsi
Kebudayaan
Fungsi kebudayaan secara umum adalah untuk mengatur
manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk
menentukan sikap saat berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan
hidupnya.Didalam kebudayaan terdapat pola –
pola perilaku yang merupakan cara – cara manusia untuk bertindak sama dan harus
diikuti oleh semua anggota masyarakat, artinya kebudayaan merupakan suatu garis
pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan – peraturan mengenai bagaimana
masyarakat harus bertindak, bagaimana masyarakat melakukkan hubungan dengan
orang lain atau bersosialisasi, apa yang harus dilakukan, apa yang dilarang dan
sebagainya.
Hasil karya manusia akan melahirkan suatu kebudayaan atau
teknologi yang nantinya akan berguna untuk melindungi ataupun membantu
masyarakat untuk mengolah alam yang bisa bermanfaat bagi masyarakat itu
sendiri.
Secara khusus Kebudayaan berfungsi:
1.
Sebagai pedoman dalam berhubungan antar
manusia atau kelompok
2.
Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan
dan kehidupan lainnya
3.
Pembimbing kehidupan manusia
4.
Pembeda antar manusia dan binatang
5.
Hidup lebih baik, Lebih manusiawi dan
berperikemanusiaan Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan
atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani
maupun rohani.
3. Peran
Kebudayaan
1. Membentuk Kepribadian
Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan sosial.
Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola
pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola
piker masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari
yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka,
kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.
2. Membentuk karakter bangsa
Kebudayaan
merupakan suatu kebiasaan yang bersifat mengakar dari dalam diri, masyarakat,
dan lingkungan sehingga menghasilkan pemikiran yang menuntut seseorang untuk
menjaga dan miliknya sendiri. Hal tersebut menentukan ciri khas atau jati diri
suatu bangsa. Jika kebudayaan suatu negara mempunyai sifat yang baik, maka
secara tidak langsung mencerminkan bangsa tersebut. Banyak budaya yang ada di
dunia ini. Salah satu dari budaya tersebut adalah Budaya Tradisional asli
Indonesia.
Tanpa
adanya kebudayaan , ke depannya seseorang akan merasa bingung dalam
berpartisipasi untuk negaranya sendiri. Oleh karena itu, setiap warga negara
Indonesia harus mengerti dan memahami apa kebudayaan yang mereka miliki. Perlu
kita ketahui bahwa negara kita berupa Kesatuan yaitu semua warga harus bersatu
padu untuk mencapai tujuan bangsa, walaupun berbeda-beda dari berbagai macam
pulau, dan suku, tetapi kita tetap satu jua. Namun bukan dengan
pemikian-pemikiran dan pandangan-pandangan saja. Melainkan dengan memberikan
suatu bukti yaitu dengan berpatisipasi dalam hal tindakan.
3. Membentuk Pola pikir manusia
Manusia memiliki cara
pandang yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka dapat dari kebudayaan
masing-masing, yang dimaksud dengan kebudayaan masing-masing itu berdasarkan
asal tempat tinggal mereka, kepercayaan mereka, pandangan politik yang mereka
pelajari. Sehingga tidak semua manusia itu sama dari cara berfikir mereka, maka
dari itu manusia memiliki tingkah laku yang berbeda dan gaya hidup yang berbeda
pula, karena manusia terbagi atas berbagai suku yang tersebar di berbagai
belahan dunia dan khususnya di Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak
kebudayaan.
C. Hubungan
antara Pendidikan dan kebudayaan
1. Pewarisan
kebudayaan dapat dilakukan dengan sarana pendidikan, baik formal, maupun
nonformal. Agar tradisi kebudayaan tetap hidup dan berkembang setiap masyarakat
dapat mewariskannya kepada generasi yang lebih muda melalui pendidikan.
2.
Darisudutpandangkemasyarakatan,
pendidikanmerupakanusahapewarisannilai-nilaibudaya dari generasi tua
kepadagenerasimuda, agar nilai-nilaibudayatersebuttetapterpelihara.Makasudahjelasbahwapendidikan dan kebudayaansangat erat sekalihubungan karenakeduanyaberkesinambungan, keduanyasalingmendukungsatusamalainnya.
3.
Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan, pendidikan
dan kebudayaan memiliki pengaruh timbal balik
4.
Pendidikan dapat membuat orang berperilaku mengikuti
budaya
5.
Pendidikan selalu berubah sesuai
perkembangan kebudayaan, karena pendidikan merupakan proses transfer kebudayaan
dan sebagai cermin nilai-nilai kebudayaan.
6.
Tujuan pendidikan adalah melestarikan
dan selalu meningkatkan kebudayaan itu sendiri, dengan adanya pendidikan, kita
bisa mentransfer kebudayaan itu sendiri dari generasi kegenerasi selanjutnya,
dan juga kita sebagai masyarakat mencita-citakan terwujudnya masyarakat dan
kebudayaan yang lebih baik kedepannya, maka sudah dengan sendirinya pendidikan
kitapun harus lebih baik lagi.






Casino & Gambling - DrMCD
BalasHapusThe 경상북도 출장샵 Borgata Hotel Casino & Spa is a premier entertainment destination 광주광역 출장마사지 located on the Mystic River in Atlantic City, 공주 출장샵 New 대전광역 출장마사지 Jersey. Experience a 구리 출장샵 world-class Rating: 4.2 · 12 votes