Kamis, 01 Januari 2015

KONSEP PEMBELAJARAN

A.      Pendidikan
a.       Pengertian Luas
Dalam arti luas hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup. Artinya adalah bahwa pendidikan merupakan segala pengalaman hidup dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu. Karakteristik pendidikan dalam arti luas adalah :
a)         Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan oleh orang lain.
b)        Pendidikan berlangsung kapanpun, artinya berlangsung sepanjang hayat. Karena itu pendidikan itu berlangsung dalam konteks hubungan individu yang bersifat multi dimensi, baik dalam hubungan individu dengan tuhannya, sesama manusia, alam, bahkan dengan dirinya sendiri.
c)         Pendidikan berlangsung siapapun. Setiap individu, anak-anak, ataupun orang dewasa, siswa/mahasiswa, ataupun bukan siswa/ mahasiswa, didik atau mendidik diri.
d)        Pendidikan berlangsung dimanapun
e)         Pendidikan tidak terbatas pada schooling atau persekolahan saja. Pendidikan berlangsung dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan didalam lingkungan alam simana individu berada. Pendidik bagi individu tidak terbatas pada pendidik profesional.

b.      Pengertian Sempit
Dalam arti sempit, dalam prakteknya identik dengan persekolahan, yaitu pengajaran formal dibawah kondisi-kondisi yang gterkontroln persekolahan, yaitu pengajaran formal  di bawah kondisi-kondisi yang terkontrol, hanyalah bagi yang menjadi peserta didik. Pendidik bagi siswa terbatas pada pendidik yang profesionalatau guru. Dalam arti sempit, pendidikan memiliki kriteria sebagai berikut:
a)    Tujuan pendidikan dalam arti sempit di tentukan oleh pihak luar individu  peserta didik.
b)   Lamnya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup bervariasi, mungkin kurang atau sama dengan 6 tahun, 9 tahun, atau bahkan lebih dari itu. Namun demikian terdapat  titik terminal pendidikan yang ditetapkan dalam satuan waktu.
Setiap disiplin ilmu memiliki objek formal yang berbeda dan memiliki konsep yang berbeda yang identik dengan pendidikan.
a.       Berdasarkan pendekatan sosial,
b.      Berdasarkan pendekatan antropologi,
c.       Berdasrkan pendekatan ekonomi, pendidikan identik dengan penanaman modal pada diri manusia.
d.      Berdasarkan pendekatan politik
e.       Berdasarkan pendekatan psikologis
f.       Berdasarkan pendekatan biologi.
c.       Menurut Para Ahli
            Menurut UU No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional,  pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana  belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual  keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
            Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003 : 16) ,menjelaskan bahwa : "Pendidikan secara umum adalah  segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.
Pengertian Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia). menjelaskan bahwa :"Pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Dan Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Menurut John Dewey, Pendidikan adalah  suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
Menurut  M.J. Longeveled. menjelaskan bahwa :"Pendidikan adalah  usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. 
             Secara umum dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

B.     Pembelajaran
            Trianto (2010:17) “Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarhkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangkan mencapai tujuan yang diharapkan.
                 Warsita (2008:85) “Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik”.
            Sudjana (2004:28) “Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu antara peserta didik (warga belajar) dan pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan”.
            Corey (1986:195) “Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan”.
            UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20 “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
            Dari bebrapa pengertian pmbelajaran menurut para ahli diatas, dapat di simpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu interaksi antara peserta didik dengan pendidik, yang mrupakan perubahan perilaku yang relatif permanen.

C.     Persamaan dan Pebadaan Pendidikan dengan Pembelajaran
a.       Persamaan
Pendidikan dan pembelajaran berlangsung serempak. Mungkin sekali kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini lebih banyak learning daripada pendidikan. Orang banyak melakukaan perbuatan, tetapi tidak berada dalam aturan/ tatanan yang diinginkan, perbuatan yang bersifat mendidik (normatif) itulah saat ini . Pejabat tinggipun sering melakukannya dan hal ini pula orang yang berada di akar rumput. Perbuatan anak bangasa idealnya harus bersifat normatif, jika tidak bangsa yang tidak terdidik. Apalah jadinya kemampuan yang banyak tetapi tidak sesuai dengan norma yang diinginkan dan pembelajaran harus berjalan serempak.
b.      Perbedaan

Istilah pendidikan dan pembelajaran berasal dari kata didik(dalam bahasa Melayu) artinya atur atau tata. Alam semesta yang diciptakan tuhan berjalan atau berproses menurut aturan atau tatanan tertentu yang telah ditetapkannnya. Aturan atau tatanan disebut juga norma.di lain pihak pembelajaran( pembelajaran) lebih dititikberatkan kepada kompetensi (kemampuan untuk menguasai sesuatu). Contoh belajar membunuh, menipu, berbohong, tukang copet dan sebaginya. Sebaliknya pendidikan bersifat normatif, tidak ada pendidikan mencopet. Pendidikan memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari pada pembelajaran. Learning terletak di ruang lingkup pendidikan dan pembelajaran bersifat operasional.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tuliskan pesan anda dengan baik